PIA DPR Kembali Gelar Pengajian dan Kajian Bulanan
.jpeg)
Wakil Ketua PIA DPR RI Rustini Muhaimin Iskandar foto bersama usai kajian dan pengajian rutin bulanan di Masjid Baiturrahman DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022). Foto: Runi/Man
Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) DPR RI kembali menggelar pengajian dan kajian rutin bulanan, setelah absen selama kurang lebih dua tahun lamanya akibat pandemi Covid-19. Dengan mengangkat tema kajian “Layangan Putus”, PIA DPR RI mencoba mengambil hikmah dan pelajaran yang ada dalam web series yang tengah menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan wanita.
“Alhamdulillah, setelah sekian lama absen, hari ini PIA DPR RI kembali bisa menyelenggarakan pengajian rutin yang digelar setiap bulan sekali. Kepanitian pengajian dan kajian bulanan ini bergilir. Dan kebetulan untuk kali ini Fraksi PKB yang menjadi panitianya. Tentu semua ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang cukup ketat,” ujar Wakil Ketua PIA DPR RI Rustini Muhaimin Iskandar usai kajian dan pengajian rutin bulanan di Masjid Baiturrahman DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022).
Dijelaskan Ibu Rus, begitu Rustini biasa disapa, pihaknya sengaja mengambil tema kajian kali ini mengambil dari web series yang tengah hangat di masyarakat. Tidak lain untuk mengambil hikmah dari tontonan tersebut. Dengan kata lain, bagaimana sebuat tontonan menjadi tuntunan yang bermanfaat dan pelajaran dalam kehidupan nyata sehari-hari.
“Saya berharap masyarakat yang menonton tayangan tersebut tidak hanya menonton. Tapi bagaimana kisah ini menjadikan tuntunan. Bagaimana web series ‘Layangan Putus’ ini ditinjau dari perspektif Islam. Bagaimana sesungguhnya sebuah pernikahan dalam Islam,” papar Rus.
Oleh karena itu, dalam kajian ini juga menampilkan Ustazah Nur Rofiah yang juga merupakan dosen Pasca Sarjana dari Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta. Ustazah Nur pun memaparkan hikmah di balik kisah web series Layangan Putus, dan pernikahan ditinjau dari perspektif Islam. Dalam kesempatan itu dijelaskan arti sebuah pernikahan dalam perspektif Islam, di mana Islam selalu mengutamakan hubungan vertical terlebih dahulu, yakni hubungan manusia dengan Sang Khalik.
Dan ketika hubungan tersebut baik, dalam arti ketaatan kita kepada Allah SWT semakin tinggi, maka hal itu akan mempengaruhi sikap dan hubungan kita terhadap sesama. Isteri kepada suami, kepada anak-anak, orangtua, saudara, tetangga dan semuanya. Dalam kesempatan itu hadir juga pimpinan dan anggota PIA lainnya, seperti Tri Hatmanti Utut Adianto (Ketua PIA DPR RI), Meria Agustina Lodewijck (Wakil Ketua PIA DPR), Iles Ferdiansyah, Dewi Rano Karno dan lain-lain. (ayu/sf)